Profil Kampus

Mengenal lebih dekat Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Lawang

Sejarah Singkat

Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Lawang didirikan pada tanggal 3 Maret 1955 di Surabaya oleh Pdt. Gershom Soetopo dengan mengadakan sebuah pendidikan Alkitab bagi orang yang rindu belajar Alkitab dan diutus untuk merintis pelayanan di daerah-daerah Indonesia.

Pada tanggal 21 April 1970, STT Tabernakel pindah ke Lawang karena kampus mendapatkan lokasi untuk bertempat secara menetap serta dinaungi oleh Yayasan Pendidikan dan Pengajaran (YPPA) Alfa-Omega. Kampus STT Tabernakel Lawang bermula dengan nama Sekolah Alkitab Tabernakel Lawang (SATL) dan kemudian mengikuti perkembangan serta berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Lawang pada tahun 1993.

Kampus ini memiliki motto "Untuk mengenal Firman dan Kuasa Allah" dengan sebuah harapan supaya setiap mahasiswa benar-benar mengalami pengenalan akan firman Tuhan dan bagaimana kuasa firman Tuhan mengubahkan hidup secara total, lewat berbagai rangkaian pembentukan yang dirancang selama mereka menempuh studi di kampus dan tinggal di asrama.

Hasilnya, hingga saat ini telah ada lebih dari lima ribu alumni STT Tabernakel Lawang yang telah menjadi pelayan Tuhan dalam berbagai bentuk pelayanan.

Sejak tahun 2003, Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Lawang mengelola dua program studi, yaitu Program Studi Sarjana Teologi dan Sarjana Pendidikan Agama Kristen dengan izin dari Departemen Agama Republik Indonesia. Kedua program studi tersebut kini telah terakreditasi Baik oleh BAN-PT.

1955

Didirikan di Surabaya oleh Pdt. Gershom Soetopo

1970

Pindah ke Lawang, menetap secara permanen

1993

Menjadi Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel

2003

Membuka dua program studi sarjana

Visi, Misi & Tujuan

Visi

Menjadi STT unggulan dan terkemuka yang berorientasi kepada pembentukan karakter Kristus yang berciri khas Tabernakel, melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Misi

  1. Menyelenggarakan Pendidikan Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang berdasarkan Alkitab dan membentuk karakter berciri khas Tabernakel.
  2. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang Pendidikan Teologi dan Pendidikan Agama Kristen.
  3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada gereja, sekolah, dan masyarakat sebagai aplikasi pemahaman keilmuan.

Tujuan

  1. Memperlengkapi hamba Tuhan, dosen, dan tenaga pendidik Kristen sehingga dapat melayani dan mengajar dengan profesional.
  2. Menghasilkan hamba Tuhan, dosen, dan tenaga pendidik Kristen yang memiliki kemampuan di bidang penelitian untuk mengembangkan keilmuannya.
  3. Menghasilkan hamba Tuhan, dosen, dan tenaga pendidik Kristen yang mampu menerapkan keilmuannya untuk mengabdi bagi pelayanan masyarakat.

Yayasan

Yayasan Pendidikan Injil Sejati Indonesia (YASPIS Indonesia)

Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Lawang dinaungi oleh Yayasan Pendidikan Injil Sejati Indonesia atau yang disingkat dengan YASPIS Indonesia. Yayasan hadir untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan di STT Tabernakel Lawang serta mendukung pendanaan yang dibutuhkan untuk operasional dan pengembangan pelayanan yang ada.

Susunan Organisasi

Kepemimpinan dan pengelola kampus

D
Ketua
Dr. Henoch Soetopo, M.Th.
E
Wakil Ketua I
Elizabeth Rachel S., S.Sn., M.Th.
B
Wakil Ketua II
Bambang Hari Wahyudi, M.Th.
M
Wakil Ketua III
Mikhael Muludin, M.Th.
Y
Kepala Prodi Teologi
Yonatan Riko Suhendro, S.E., M.Th.
J
Kaprodi Pendidikan Agama Kristen
Jalani Darja Ladi Pura, M.Pd.K.
V
Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK)
Vera Ayu M., S.Ak.
T
Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM)
Teguh Gunawan, M.Pd.K.
R
Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM)
Rta, M.Th.
I
Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STT Tabernakel Lawang
Ir. Adam Julianto, S.Th.
C
Kepala Perpustakaan
Cristin Natalia
W
Kepala Lab. Komputer
Widuri, S.Kom.